Rabu, 02 Juni 2021

 

USAHA KABUPATEN BONE BEBAS KUSTA

 

Hai teman, tahukah kamu tentang kusta?  banyak mitos dan stigma yang melekat di masyarakat tentang kusta. Beberapa mitos yang ada yaitu kusta itu penyakit kutukan, penyakit keturunan, kusta mengakibatkan ke cacatan anggota tubuh seperti kaki dan tangan, kusta penyakit menular, dan kusta tidak dapat sembuh.  

Menurut kementrian kesehatan (kemenkes) Indonesia merupakan Negara ketiga terbanyak di dunia dengan kasus kusta. Sehingga  pemerintah menargetkan untuk memberantas kusta secara menyeluruh di Indonesia pada 2020. Kenyataanya penularan kusta di Indonesia masih terjadi dan angka temuan kasus barunya masih stagnan atau terhenti  sejak 10 tahun terakhir. Lebih lagi, di tengah pandemi Covid-19, kampanye pencegahan dan pengendalian kusta di sejumlah daerah menjadi terhambat. Tapi bukan berarti penanggulangan kusta berhenti sama sekali. Sebelumnya kita akan bahas pengertian kusta dan penyebarannya.

 

Apa itu Kusta dan Penyebarannya ?

Kusta merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Leprae yang menyerang bagian kulit, saraf kapiler dan saluran pernapasan atas dan mata. Penularan kusta dapat melalui udara atau droplet dan kontak fisik. Penyebaran udara biasanya terjadi pada saat penderita sedang batuk atau bersin. Mycobacterium Leprae ini bakteri yang tumbuh dengan lamban. Masa inkubasi memerlukan waktu rata-rata 3-5 tahun setelah tertular hingga timbulnya gejala.  

 

Keberhasilan Kabupaten Bone Memberantas  Kusta

Pada acara talkshow dengan tema “ Geliat Pemberantasan Kusta Dan Pembangunan Inklusif Disabilitas di Tengah Pandemi” yang  disiarkan secara live streming di chanel youtube Suara KBR , bapak Komarudin ,S. Sos. M.Kes memaparkan bahwa penyakit kusta dapat disembuhkan dan penularannya dapat dicegah.  Yang menjadi perhatian kita yaitu dampak dari penyakit kusta yang menyebabkan kecacatan fisik atau disabelitas, jika  tidak ada pengawasan rutin dari dinas kesehatan daerah ( puskesmas ). Keadaan pandemi covid 19 saat ini membuat pergerakan pelayanan kesehatan bagi penderita kusta pun terhambat. Untuk mengatasi keadaan ini, bapak Komarudin, S.Sos.M.Kes selaku Wador Kusta Kabupaten Bone berinisiatif membuat program mengatasi  penyebaran dan penderita  kusta di kabupaten Bone.


Program atau cara yang dilakukan oleh kabupaten Bone adalah dengan melibatkan para kader masyarakat. Selain petugas kesehatan puskesmas  yang selalu mengingatkan para pasien kusta untuk mengambil obat secara rutin di puskesmas. Para kader masyarakat yang sudah terlatih, melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga untuk melakuakan pemeriksaan kesehatan penyakit kulit. Dengan mendeteksi penyakit kulit , maka penyakit kusta pun juga dapat terdeteksi. Para kader masyarakat tersebut sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan tentang prosedur pemeriksaan penyakit kulit dan pemeriksaan kesehatan lainnya dengan serta pelaksanaan protokol kesehatan yaitu 5 M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak , menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) .

Hal yang perlu diperhatikan bagi penderita kusta bukan penyakitnya tapi kecacatan yang di timbulkan karena kusta. oleh karena itu penderita kusta harus bisa dan tahu bagaiamana merawat dirinya sehingga kecacatan tidak terjadi. Hal lain yang menjadi perhatian juga yaitu bagaiamana memberdayakan penderita kusta. Salah satu caranya yaitu dengan memberikan pelatihan cara mendaur ulang sampah plastik seperti botol plastik menjadi sebuah barang yang bernilai jual, melatih para penderita untuk berani memeberikan testimony kepada masyarakat tentang kusta, yah  memberikan ruang kepada penderita kusta untuk aktif di masyarakat papar bapak Komarudin, S.Sos.M.Kes selaku Wador Kusta Kabupaten Bone

Untuk mencegah agar cacat kusta tidak terjadi bagi pasien yang baru terindentifikasi gejala kusta atau yang sudah positif pendeita kusta harus melakukan pemeriksaan 3 hal dalam setiap aktivitasnya yaitu pemeriksaan tangan, mata dan kaki.

Pemeriksaan Tangan, melihat secara mandiri dalam setiap aktivitasnya apakah di tangannya ada luka-luka atau tanganya sudah tidah terasa/ mati rasa.

Pemeriksaan mata, pasien memeriksa mata nya apakah ada rasa kabur dalam penglihatannya.

Pemeriksaan kaki, pasien memeriksa sendiri apakah pada telapak kakinya sudah tidak terasa atau mati rasa.

 

 Peran Jawa Post Pada Penyandang Disabilitas.

“Jawa post dan anak perusahaan lainnya tidak lagi memandang yang sifatnya fisikel dalam hal recruitment tenaga kerja.  Jawa post memeberi ruang kepada rekan disabilitas dalam kesempatan kerja sesuai dengan kemampuannya. Bahkan ada mantan penderita kusta dan  difabel  bekerja di kantor Jawa Post” papar bapak DR. Rohman Budijanto SH. MH selaku Direktur Eksekutif The Jawa Post Institut of Otonomi JPIP.

Semoga daerah – daerah lain di Indonesia bisa mencontoh kabupaten Bone dalam usaha menurunkan angka kusta. dan tidak ada lagi diskriminasi pada penyandang disabilitas di masyarakat maupun perusahaan. Karena setiap warga Negara Indonesia berhak mendapatkan kesempatan bekerja dan kehidupan yang lebih baik.

20 komentar:

  1. stay safe and stay healthy everyone :D

    BalasHapus
  2. informasi yang bermanfaat sekali makk. :)

    BalasHapus
  3. Setujuuu semoga stiap usaha terbaik ditiap daerah di contoh disemua daerah yang ada di Indonesia bahkan sampai di daerah yang pelosoknya banget-banget

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Setuju banget kak, semoga daerah lain bisa mencontoh kabupaten bone. Aamiin

    BalasHapus
  6. aku kurang tau kalo di palembang ada berapa banyak pasien kusta. harapannya semoga indonesia bisa bebas kusta.

    BalasHapus
  7. Setuju banget ini bagus buat contoh kabupaten lain nya

    BalasHapus
  8. Baru tau nih nama penyakitnyaa, semoga daerah lain bisa mencontoh yaahh

    BalasHapus
  9. waahh, bisa jd kabupaten percontohan ini utk kabupaten atau wilayah lainnya..
    semangatt kaaa

    BalasHapus
  10. Semoga semua dlm keadaan sehat, di jauhkan dr penyakit2 ky gini 😬 jjr aq tuh kalo pykt auto parno,pny bocil, yg sering tmn / sodara gemes main cium main toel

    BalasHapus
  11. Semoga penderita segera pulih seperti semula dan daerah lain bisa terinspirasi kegiatan ini

    BalasHapus
  12. Semoga dijadikan rolemodel oleh daerah lain ya aamiin

    BalasHapus
  13. Nice info tentang penyakit kusta ini. Supaya kita lebih aware sm gejala gejala awal yg ada ya. Makasi mom infonya

    BalasHapus
  14. Semoga penderita kusta cepet sembuh, dan semoga provinsi yang lain bisa terinspirasi juga dalam kegiatan sosial tersebut❤

    .nadia.

    BalasHapus
  15. Semoga daerah bisa memcontohnya. Berkurang penderita kusta

    BalasHapus
  16. Ayo semangat jaga kesehatan spy penderita kusta Bisa berkurang

    BalasHapus
  17. Semoga sehat² selalu kita semua dan terbebas dari kusta

    BalasHapus
  18. Kota atau kabupaten lain harus bgt nih mencontoh kabupaten bone untuk cepat tanggap di setiap ada kasus. Salam sehat untuk semua daerah

    BalasHapus
  19. smoga para penderita kusta cepat sembuh dan smoga kota2 n kabupaten2 di indonesia bisa mencontoh kab bone utk slalu cepat tanggap utk kasus kusta

    BalasHapus
  20. Iya semoga oenderita kusta segera sehat. terus juga daerah lain bida mencontoh bentuk usaha yg dilakukan oleh kab bone ini, ga dalam menangani kusta bisa juga menangani hal yg lain

    BalasHapus