Kamis, 11 April 2019


ANDALIMAN SI MANJA EKSOTIS YANG MENARIK DUNIA LUAR



Indonesia negeri kaya akan hasil rempah – rempah. Terlihat dari kuliner setiap daerah di Indonesia mempunyai ciri khas bumbu masak. Masakan Indonesia juga terkenal akan spicy / rasa pedas. Dan setiap daerah juga memiliki bahan inti di dalam masakan. Andaliamn atau biasa di sebut merica batak . orang batak dan penduduk sumatra utara pasti sudah tak asing lagi dengan andaliman, tapi kalau untuk orang jawa mungkin masih awam yac seperti saya hehehe…



Bersyukurlah saya karena pada sabtu 6 april 2019 tepatnya di Almond Zucchini Cooking Studio, di acara Andaliaman Cita Rasa Danau Toba saya dapat mengenal andaliaman lebih dalam.  Acara yang di gagas oleh Yayasan Doktor Sjahrir , sebagai yayasan yang sangat peduli terhadap pemeliharaan dan perdayaan lingkungan bekerjasama dengan Oemar Niode Fundation.

Bapak Marandus Sirait adalah seorang penggerak budidaya pohon andaliman. Kecintaan terhadap tanah kelahiran tanah batak sangatlah besar. Loyalitasnya terhadap andaliaman begitu tinnggi. “ buat saya lebih memilih menanam pohon andaliman dari pada menyimpan emas dalam lemari besi “ motto yang ternam dalam diri beliau. Dan saya yakin dan bisa mengembangkan andaliamn menjadi sebuah emas. Dan sekarang terbukti dengan andaliman saya bisa mendapatkan emas bahkan lebih papar bapak Marandus Sirait



Andaliman merupakan tanaman endemik yang tumbuh dan berkembang di sekitar danau toba. Dengan ketinggian 1000 m – 1800 m  dpl andaliman dapat tumbuh. Andaliman termasuk dalam tanaman perdu yang memiliki ciri batang, ranting berduri dan daunya seperti daun jeruk. Untuk perawatan dan budidaya pohon andaliman itu bisa di bilang gampang gampang susah, yes gampangnya yaitu bibit andaliman  mudah untuk di tanam dimana saja sedangkan susahnya yaitu pohon andaliman memerlukan lingkungan yang sejuk , tanah yang gembur.  Tidak boleh terlalu panas (saat musim panas ) dan kering  tapi juga tidak boleh terlalu basah saat musim hujan. Oleh karena itu di sekitar pohon andaliman di tanam rumput semak semak dan beberapa pohon besar di sekitar lahan sebagai  pelindung, Tujuannya agar menghasilkan hasil panen andaliman yang baik dan bagus papar bapak Marandus Sirait pendiri Taman Eden 100.

“Di harapkan dengan pembudidayaan pohon andaliman menjadi solusi permasalahan  dan pemanasan global” papar  ibu Murni Titi  Resdiana ,MBA  ( kantor utusan khusus presiden bidang pengendalian iklim ).  Ibu Murni Titi Resdiana optimis bahwa andaliman dapat meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.  


Andaliman memiliki rasa  pedas dan aroma yang khas lagi kuat, dan akan menimbulkan rasa kebas di lidah,  bila mencampukan andaliman terlalu banyak. Keinginan bapak marandus sirait dalam mengangkat dan mengenalkan rempah andaliman  di luar orang orang batak di sambut oleh ibu Amanda Katili Naode. Ke nikmatan dan keeksotisan rasa rempah andaliman dapat di nikmati semua masyarakat Indonesia bahkan hingga kemanca Negara.  Rasa eksotik Rempah andaliman kini dapat kita temui dalam berbagai varian makanan , ada sambal andaliman, bandrek andaliman, kripik andaliman, dll



Mimpi bapak Marandus Sirait menjadi nyata saat ibu Amanda Katili mengajak bapak marandus untuk ikut dalam acara COP 24 United National Framework Convention on Climate Change ( UNFCCC ) Katowice,  Poland  yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai Negara. Mengenalkan andaliaman ke luar negeri sebuah antusiasme tersendiri bagi bapak marandus, beliau membawa beberapa jenis makanan berbahan rempah andaliman untuk di promosikan. “Saat sesi dinner nigt menu makanan Indonesia yang paling di buru oleh orang-orang  eropa dan asia . makanan indonesia yang paling dulu habis” papar ibu Ananda Katili dengan semangat dan bahagia. “dan ternyata rasa rempah andaliman cocok dengan lidah orang eropa” lanjut cerita ibu amanda katili.


Di butuhkan kesabaran dan hati tulus dalam menanam andaliman. butuh waktu 1 tahun dari  pembibitan hingga menjadi pohon besar dan berbuah ( masa panen ), sedangkan kalau dari bibit pohon andaliman usia 3 bulan di butuh waktu kurang lebih 6 bulan menjadi sebuah pohon besar dan berbuah ( masa panen ). Karena proses masa pertumbuhan dan panen cukup  lama, maka di buatlah beberapa  produk inovasi non food berbahan andaliman seperti sabun, spray, aroma therapy, dll. Dimana  bertujuan agar masyakat dapat menikmati aroma eksotisnya andaliman setiap saat.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar